Pages

Ads 468x60px

Jumat, 20 April 2012

Indahnya Jadi Akhwat part 3 : Jilbab Paris yang Tipis tetap Laris Manis


Saya sendiri tak paham betul kenapa jilbab model ini disebut jilbab paris, padahal saya sudah menjualnya berkodi-kodi, mungkin pada awal kemunculan jilbab model ini diplastiknya tertulis “paris” mungkin karena itu disebut jilbab paris. Atau mungkin jilbab model ini berasal dari kota paris yang terkenal sebagai pusat mode dunia, tapi tunggu dulu, jika yang kita bicarakan adalah tas atau sepatu mungkin saya bisa percaya tapi jika itu jilbab, rasanya sulit untuk mempercayai kalau tren nya berasal dari paris. Jilbab model ini berbahan kain yang sangat tipis, walau pun ukhti melipat jadi dua jilbab ini, saya pastikan leher kamu akan tetap terlihat. Sangking tipisnya. Semoga ini bukan salah satu dari sekian banyak ghozul fikr ya ukhti. Berpakaian tapi tak “rapi”

Tapi justru jilbab model ini yang sedang naik daun sekarang, kalau boleh saya rumuskan ada beberapa hal yang menyebabkan jilbab paris ini laris manis dipasaran, tentu saja melihat dari pengalaman saya sebagai pedagang jilbab J. Pertama, karena harganya murah, dengan bermodal tiga lembar uang limaribuan (harga batam) ukhti sudah bisa membawa pulang jilbab paris sesuai warna yang kamu pilih. Kedua, warnanya beraneka ragam, bayangkan satu jenis warna saja bisa memiliki beberapa tipe, misalnya hijau muda, hijau tua, hijau armi, hijau lumut, hijau daun pisang, hijau keabu-abuan, dll. Jadi pilihan warnanya banyak dan meremaja banget, sesuai dengan target pasarnya. Ketiga, kalau digunakan jilbab paris ini gampang diatur, tidak terlalu licin juga tidak terlalu kaku, pas pada porsinya sehingga nyaman digunaka. Tapi, ya tentu saja ukhti, jilbab model ini terlalu tipis dan menerawang, orang-orang tidak perlu lagi menebak-nebak bagaimana wujud benda yang ukhti sembunyikan dibalik jilbab karena sudah terlihat jelas.
Sekali lagi, Semoga ini bukan salah satu dari sekian banyak ghozul fikr yang senantiasa membumbui kehidupan manusia terutama ummat muslim. Semoga saja ini salah satu dari sekian banyak semangat untuk mempopulerkan jilbab. Semoga saja ya ukhti.

Mungkin bisa kembali ukhti ingat empat point penting dalam aturan menutup aurat bagi wanita. pertama, tidak ketat, tidak tipis, menutup bagian dada, tidak menyerupai laki-laki. Jadi, apakah jilbab paris termasuk kriteria jilbab yang bisa digunakan oleh muslimah? Jilbab paris bisa dibuat lebar, bahkan sangat lebar sehingga menjadi longgar dan tidak ketat, tapi permasalahannya jilbab paris begitu tipis, bahkan sangat tipis sehingga sulit rasanya dimasukkan dalam kategori jilbab yang bisa digunakan muslimah. Tapi, jilbab paris ini punya kelebihan-kelebihan yang disebutkan diatas, jadi gimana dong ukhti. Dengan warna-warnanya yang indah, bukankah fitrah wanita ingin menggunakan yang indah-indah? Kalau dipakai tidak mudah berantakan dan tetap rapi, bukankah fitrah wanita ingin terlihat selalu rapi? Gimana dong ukhti, koleksi jilbab parisku sudah sangat banyak, apa harus dimusnahkan? Mubadzir dong ukhti, bukannya sifat mubadzir itu datangnya dari setan? Duh, ukhti, gimana dong??
Ukhti-ukhti yang kreatif pasti gak kehabisan akal nih. jilbab paris bisa disulap jadi tebal dengan cara dilapis dengan sesama jilbab paris ataupun dengan selain jilbab paris. Mungkin bagi ukhti-ukhti yang terbiasa dengan lapis melapis jilbab sudah biasa dan tak heran lagi dengan cara yang satu ini, bahkan mungkin sudah tau jauh sebelum tulisan ini diluncurkan. Tapi taukah kamu, masih banyak para pengguna jilbab paris lainnya yang belum terbiasa bahkan heran dengan penggunaan jilbab yang dilapis. Kalau boleh saya tebak yang pertama mereka utarakan mungkin, “dilapis?? Panas dong” kalau udah dengar komentar kayak gini hanya bisa tersenyum manis dan komentar seadanya “kan jilbabnya tipis, kalau digabungin tipis sama tipis kan sama aja ama jilbab lain yang bukan paris” walaupun sebenarnya geram nak cakap macem ni “sepanas-panasnya jilbab lapis tak sepanas api neraka” hehe.

Alhamdulillah ukhti, jika akhirnya kita termasuk orang-orang yang sangat memperhatikan kemaksimalan penutupan aurat kita (afwan kalau penyusunan katanya agak aneh). semoga setiap pengorbanan akan ada balasannya ya ukhti.

Ukhti, tapi mungkin ada diantara kita yang tau tapi merasa hal ini tidak terlalu penting untuk dilaksanakan. Mungkin ukhti bisa kembali menambah pengetahuan tentang hal-hal ini, karena pada hakekatnya setiap hal yang dengan senang hati bisa kita lakukan itu didasari oleh kepahaman yang kuat.

Ukhti, auratmu menjadi hal yang terpenting yang harus ukhti perhatikan, tentu saja setelah aqidahmu. Karena aqidah adalah pondasi yang menentukan mau seperti apa bangunan yang akan dibangun diatasnya, ibadah adalah tiang-tiangnya dan akhlaq adalah keindahan bangunan itu. teringat pada sebuah susunan firman yang sangat indah disurah Al-ahzab dan ayat ke limapuluhsembilan.“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ 

Ukhti, mungkin dengan mengkreasikan jilbab, kita bisa semakin mudah untuk mengajak teman bergabung dalam gerbong ini, Karena taukah ukhti, diluar sana banyak yang “takut” dengan kita karena penampilan kita yang terlalu kaku. Tapi ukhti, jangan karena alasan ingin mengajak teman kegerbong ini ukhti jadi mengikuti caranya berpakaian ya, tidak ukhti, tidak begitu caranya. Ingat kata kuncinya ukhti, berbaur asal jangan lebur, mewarnai jangan terwarnai. Semoga kita bisa menyolehkan orang lain dan bisa mencerdaskan orang lain, tapi ingat ukhti, untuk menyolehkan orang lain kita harus soleh terlebih dahulu dan untuk mencerdaskan orang lain kita harus cerdas terlebih dahulu.

Akhir kalam ukhti, semoga kita bisa menjadi pribadi yang soleh menyolehkan dan cerdas mencerdaskan.
Wallahualam bishawab
^.^ MaTa

Disudut Busway jurusan batam centre – tiban
Rabu sore 11 April 2012
Terinspirasi dari banyak orang disekitar…

pulangkerja.com

Rabu, 22 Februari 2012

Dhuha punya cerita

Bismillah...

Sekitar pukul setengah 10 sampai jam 10 biasanya aku pakai untuk sholat di mushalla sekolah, berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin jam istirahat pertama atau jam kosong karena tidak ada ngisi di kelas.
yang paling teringat ketika kemaren dan hari ini setelah shalat..

seperti biasa ada beberapa murid putri dan guru yang juga tidak absen untuk sholat, hari ini ketemu siswi kelas X jurusan perawat  menegur ku, "eh bu Ulfah, mau kaya juga ya" sambil ketawa...
awalnya sempat diam sejenak, masih ga 'ngeh, maklum dari pagi jadwal full jadi pikiran masih dipenuhi materi pelajaran :)
akhirnya aku 'ngeh juga, maksudnya adalah sholat dhuha bisa bikin kaya alias memurahkan rezeki. akhirnya aku pun ikut ketawa,, walaupun telaat dan ditutup dengan kata aamiin

teringat kembali hari kemaren dimomen yang sama, setelah sholat salah satu guru agama SMP menegur "sholat yang rajin bu, biar cepat dapat jodoh" 
kalau yang ini aku sih langsung 'ngeh, sambil senyum aku jawab aamiin... dengan khusyuk ;)

Selasa, 31 Januari 2012

Petualangan Hari Ahad

Hari ahad menjadi hari favoritku, agendanya sudah tetap dan jelas, dari pagi sampai sore terisi penuh dengan aktifitas menyenangkan dan bermanfaat. pagi terkadang diisi dengan rapat, biasa rapat di masjid raya bersama orang-orang yang luar biasa pastinya. kadang-kadang rapat departemen, kadang juga rapat dengan beberapa senior. ada diskusi juga ada canda dan ada sarapan pagi bersama. menyenangkan..

kemudian dilanjut dengan agenda pekanan, melingkar, dulu aku sebut dengan perjalanan keluar kota. soalnya lokasinya jauh dari rumahku, tapi tetap agenda yang satu ini yang paling aku tunggu. ketemu teman-teman yang luar biasa, membicarakan hal-hal yang juga luar biasa. rasanya ingin berlama-lama kalau sudah bertemu, tapi perjalanan harus terus dilanjutkan. setelah melingkar, kami terkadang makan siang bersama, tempat favorit kami rumah makan bakso gunung. setelah itu dua sampai tiga orang diantara kami akab melanjutkan petualangan ke masjid raya batam untuk kembali melingkar, dengan kelompok yang berbeda dan peran yang berbeda. kembali bertemu dengan wajah-wajah muda yang semangat luar biasa. senang rasa hati. semoga kami semua tetap diberi keistiqomahan. aamiin ya Rabb.

akhirnya, sore aku lanjutkan dengan mengikuti kelas arab. aku udah dua kali mengikuti kelas arab di tempat yang berbeda, tapi kok gak bisa-bisa ya. hehe. mungkin kurang serius, semoga sekarang bisa. 

dan petualangan hari ahad harus berakhir di bus kota yang mengantarkan aku dan teman dari batam center yang penuh kesibukan ke daerah tiban yang tenang.. saatnya kembali ke keluarga dan beristirahat.

Selasa, 24 Januari 2012

coming soon....


DATANG ATAU MENYESAL ....!!!
Ayo... datang beramai2..

Senin, 16 Januari 2012

Tips menghilangkan rasa panas ditangan karena cabe


Memasak, kegiatan ini yang setahun belakangan mulai saya geluti. Walaupun bukan sebagai master chef, setidaknya peran saya cukup membantu dalam menyelesaikan pesanan ketring yang berkotak-kotak. Memang pekerjaan saya bukanlah langsung berhadapan dengan kompor, kuali, minyak, dan kawan-kawannya. Saya hanya diperbolehkan memotong ini itu, membungkus ini itu, dan lain sebagainya. Karena, pastinya kami tidak mau mengambil resiko kehilangan pelanggan dengan membiarkan masakan diracik dari tangan saya. hohoh

Dan untuk kamu-kamu yang punya hobi memasak, ternyata oh ternyata, memasak itu bisa menyeimbangkan otak kanan dan kiri lo. Jadi, memasak bisa menggantikan senam otak. Tentang info yang satu ini, saya tidak punya literature yang membenarkannya ya, info ini saya dapatkan dari teman liqo’ saya yang pada saat itu agenda kami adalah latihan memasak.

Well, saudara-saudara, bagi kamu-kamu yang pernah masak, apa lagi masakan Indonesia pasti tidak jauh-jauh dari cabe. Sebagai bumbu pada masakan, cabe bisa di iris tipis atau dihaluskan. Nah, untuk menghaluskan ada metode modern dengan menggunakan blender atau metode tradisional dengan menggiling cabe menggunakan ulekan (saya ga tau namanya apa). Sama halnya dengan mengupas bawang yang meninggalkan bekas, membuat air mata keluar, menggiling cabe juga meninggalkan bekas, yaitu tangan kita bisa panas. Yang tidak pernah ngulek cabe, jangan dibayangkan panas karena terbakar ya, tapi bayangkan rasa mulut atau bibir kita ketika kita makan bakso dengan full cabe (Nah gitu tu panasnya, mirip banged, tinggal dipindahin aja panas di mulut ke tangan) *selamat membayangkan :)

Sore ini, saya kembali berurusan dengan cabe, bukan mengulek, tapi memotong kecil-kecil, parahnya cabe yang dipotong adalah cabe rawit, cabe jenis ini yang terkenal paling pedas diantara cabe-cabe yang lain. Ketika memotong dan beberapa waktu setelah memotong cabe, panas di tangan tidak langsung terasa tetapi beberapa jam kemudian panas teramat sangan barulah dirasakan disekitar jari-jari tangan.

Akhirnya ada beberapa tindakan yang saya lakukan...
Pertama, hal yang pertama saya lakukan adalah tindakan putus asa kebanyakan orang yang tangannya panas akibat cabe, yaitu mencuci dengan air dingin, memasukkan tangan kekulkas, bahkan menggenggam es batu sampai beku es pindah ketangan. Jika anda mencoba cara ini maka bisa saya pastikan bahwa anda akan menjadi GATOT alias gagal total, karena rasa panas ditangan anda tidak akan berkurang sedikitpun dengan tindakan diatas.

Kedua, setelah gagal dengan percobaan yang pertama akhirnya saya mengikuti apa yang emak saya sarankan yaitu mencuci tangan dengan minyak goreng. Dari awal saya sudah berfikir bahwa teori ini pasti tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan benar saja, setelah saya mencoba mencuci tangan  dengan minyak goreng dan membilasnya dengan sabun tetap saja BEGAL alias benar-benar gagal.

Tidak putus asa, saya pun kembali memutar otak, mengunjungi dapur dan mencari-cari bahan-bahan masakan apa yang bisa saya gunakan. Dan mata saya tertuju pada garam. Saya ambil sesendok teh garam dan saya usap-usap dibagian tangan yang panas, setelah saya bilas dengan air bukan hilang panas yang saya rasakan tapi justru tangan saya menjadi halus. Ternyata eksperimen saya NGABIS alias ngaco abis, karena garam itu berfungsi untuk menghaluskan kulit. Mungkin pernah ada yang liat iklannya di tipi-tipi.

Ditengah-tengah keputus asaan saya, dengan mengipas-ngipaskan tangan yang kepanasan, saya kembali berfikir keras untuk menemukan jalan keluar dari permasalah berat yang sedang menimpa saya. Dan, saya teringat dengan kebiasaan saya ketika makan makanan yang pedas, ketika mulut menjadi panas karena cabe saya biasanya minum air hangat (lebih kepanas) saya tahan sebentar di mulut dan ini mujarab menghilangkan panas dimulut. Akhirnya saya berfikir, kenapa tidak dicoba ditangan yang kepanasan akibat cabe, toh sama-sama cabe kan. Akhirnya saya pun melakukan tindakan yang luar biasa itu.

Ikutilah tahapan-tahapan yang saya lakukan

  •          Ambil mangkuk ukuran sedang
  •     Isi dengan sedikit air panas dicampur air dingin, sehingga rasa air menjadi hangat (lebih ke panas ya) jadi bukan hangat yang lebih kedingin. Faham ya maksudnya
  •    Kemudian rendam tangan didalam air, dengan sesekali mengangkat tangan keluar dari mangkuk, karena kalau direndam kelamaan nanti tangannya bisa melepuh, heheh. Tahan hingga 1 atau 2 menit atau sampai air menjadi dingin
  •        Kemudian ulangi 2 atau 3 kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Dan setelah saya mencobanya beberapa menit kemudian tangan saya kembali normal (horeeyy) tidak panas lagi. Untuk yang satu ini juga saya belum bisa menarik kesimpulannya secara ilmiah, ini terjadi begitu saja tapi tetap sesuai dengan apa yang saya bayangkan.

Demikianlah tips yang bisa saya bagi dengan sesama tukang masak yang tangannya kepanasan setelah menggiling atau memotong cabe. Ingat, jangan pernah mencuci tangan yang panas dengan air dingin, begitu juga ketika mulut kita kepedasan, jangan minum air dingin, tapi gunakanlah air hangat untuk menghilangkan pedas atau kepanasan akibat cabe, karena air dingin akan membuat panas atau pedas semakin terasa. Demikian tips yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. ^.^

Minggu, 01 Januari 2012

"---------------"

timbulnya rasa kecewa mungkin karena kita bekerja bukan karena-Nya, tapi karena nya....




rumah ini di huni oleh para manusia kawan, bukan malaikat...

Rabu, 21 Desember 2011

pak marpaung dalam kenangan

emang paling enak jadi guru. akan selalu diingat oleh ratusan (bahkan ribuan) murid2nya disetiap angkatan. tak usah berbicara tentang guru favorit (itu sudah biasa) mari berbicara tentang guru tergalak disekolah anda. apa yang dibicarakan ketika anda bertemu dengan teman saat sekolah dulu kemudian berusaha mengingat-ingat kenangan indah masa sekolah. anda mungkin akan menceritakan guru terbaik dan mungkin yang paling seru anda ceritakan adalah guru tergalak. "bapak itu dulu yang paling galak, aku pernah dihukum" yaps mungkin kata-kata seperti itu yang akan keluar tapi biasa diakhiri dengan kalimat "itu untuk mendidik kita agar disiplin"..
ini tentang guru tergalak saya ketika SMP, saya ga pernah diajar dengan beliau, tapi popularitas beliau mengalahkan artis sekolah saat itu. pak marpaung. yaps.. yang pernah sekolah di SMPN3 batam th2005 kebawah pasti mengenalnya. dan kenangan tak terlupakan saya bersama beliau adalah, ketika sesi foto untuk UAN, semua siswi berjilbab harus membuka jilbabnya. saya pun menangis dihadapan beliau agar diizinkan tetap menggunakan jilbab, walaupun saya tau usaha saya itu pasti gagal. karena ketentuan itu bukan dibuat oleh pihak sekolah, tapi dinas..
oke, apapun kenangan anda dengan guru tergalak anda pasti ada manfaatnya. terimakasih pak marpaung, berkat anda idealisme saya semakin menguat. jilbab selalu saya pertahankan walau jabatan sebagai pembawa bendera saat ditugasi menjadi paskibra sangat menggoda, tapi jika harus tanpa jilbab kebanggaan itu tak ada artinya.

selamat jalan pak marpaung....

Rabu, 23 November 2011

indahnya jadi akhwat [part2]


Bismillah, 
Setelah note indahnya jadi akhwat [part1] http://sheeta-masytaulfah89.blogspot.com/2011/06/kaos-kaki-indahnya-jadi-akhwat.html sukses dipasaran (halah), kembali saya ingin menilik pernak-pernik unik dan nyentrik ala akhwat yang lainnya. Setelah mendengar beberapa kisah para sahabat dan tentunya kisah pengalaman pribadi yang semuanya akan dirangkum dalam jilat investigasi ^,^

Mungkin teman-teman adalah para mahasiswa, karyawan, siswa atau ibu rumahtangga. Berbagai profesi, tentunya tempat “nongkrong”nya pun beda-beda, dan bisa jadi kisahnya pun berbeda. kali ini masih bertema tentang penampilan akhwat yang “beda dari yang lain”. Jilbab melambai, rok, manset, kaoskaki, atau sesekali gamis, intinya semua tertutup, rapat, tanpa celah. Dengan ini akhirnya, tanpa kita sadari dan tanpa kita inginkan, akan ada suara- suara berterbangan disekitar telinga yang kadang membuat kita malu, sedih atau bahkan atit ati alias sakit hati. Kalau ada yang mengomentari penampilan kita apa yang biasa kita lakukan? Menghibur diri “yasudahlah, gak usah didengar”, tapi hati kecil terus menjawab “tapi komentar itu terus-menerus diulang” dan kembalilah menghibur diri “itu hanya diawal-awal aja, toh nanti mereka akan capek”.

Nah, bagi teman-teman yang pernah dikomentari penampilannya coba saya tebak, mungkin komentarnya adalah “ih, kamu pakai pakaian kayak gini jadi kayak ibu-ibu”. Ayo siapa yang pernah dikomentari kayak gini acungkan tangan. (saya, saya, saya dengan seketika hampir semua akhwat mengangkat tangan), hampir semua akhwat pernah dikomentari kayak gini toh??? nah, saya punya jawaban nih buat teman-teman yang dibilang kayak ibu-ibu, mungkin bisa jadi pelipur lara atau menembak mati sang komentator. Teman-teman cukup jawab, Alhamdulillah dibilang kayak ibu-ibu, daripada dibilang kayak bapak-bapak, wah…kan bisa gawat tuh.. bisa gempar dunia persilatan ^,^

Dan komentar lainnya, kalau yang  ini pengalaman pribadi. Saya pernah dibilang kayak ninja. Oh no..!ninja dong saudara-saudara, bayangkan, betapa beruntungnya ninja itu disamakan dengan saya. Hoho.. saya ingat betul ketika itu tahun pertama saya hijrah, lagi semangat 45, eh tiba-tiba dbilang kayak ninja bisa dibayangkan gimana perasaan saya? (ayo bayangkan) mungkin perasaannya sama dengan ketika gawang kurnia meiga dirobek-robek oleh tendangan finalti harimau Malaya di final sea games tadi malam, hehe gak nyambung. Artinya saudara-saudara, memang menyakitkan, mengecewakan, menyedihkan, dan me-me lainnya. Tapi apakah itu cukup untuk menggoyangkan idealisme kita? Oh tidak bisa… tidak segampang itu saudara-saudara. Taukah anda wahai para komentator, bahwa idealisme itu sudah sangat mengakar dan mendarah daging pada diri kami sehingga angin, badai, putingbeliung pun akan mikir ribuan kali untuk mencoba mengacak-acaknya. Kami akan tetap “unik”, kami akan tetap “nyentrik”, walau kami sadar, menjadi putih dilingkungan yang hitam itu sulit.

Untuk itu saudara-saudara, saya dedikasikan kedua jempol untuk teman-teman yang selalu dipandang aneh, diliatin dari jauh sampai dekat dan dari atas sampai bawah, dipandang seolah-olah makhluk luar angkasa yang nyasar dibumi. Dan kepada teman-teman yang sembunyi-sembunyi memakai rok kekampus sedangkan seragam kampusnya menggunakan celana (senggol anak-anak kebidanan dan keperawatan :). Salut untuk semua akhwat yang tetap bersinar ditengah kumpulan manusia yang hiruk-pikuk mengomentarinya. Yakinlah saudara-saudara senasib dan seperjuangan, bahwa bayaran dari ini semua sangat indah. Bukankah harus menunggu hujan untuk melihat indahnya pelangi?? Maka bersabarlah.. ^,^

Kamis, 22 September 2011

GENERASI KE-9

Mahasiswa sebagai generasi penerus adalah aset yang sangat berarti bagi sebuah miniatur kehidupan umat manusia, karena mahasiswa merupakan kelompok yang paling elitis dengan potensi keilmuan dan menjadi kelompok elit yang berpengaruh di masyarakat.
Untuk memilah yang baik dan benar, Allah Subhanallahuwata’alla dengan karuniaNya yang begitu luas telah mengaruniakan kepada kita nikmat yang tiada terkira sebagai bahan pembanding yakni Al Qur’an dan Al Hadist, fenomenanya saat ini adalah sudah banyak yang melupakannya. Dan disinilah peran KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) tampil kehadapan untuk mengantarkan generasi mudanya kepada filter kehidupan yang tak pernah berubah eksistensi sistemnya. KAMMI sebagai organisasi kader senantiasa mengantar kader-kadernya kepada pemahaman yang utuh kepada Al Qur’an dan Al Hadist karena bagi KAMMI hanya dengan kembali kepada dua hal tersebut maka segala persoalan umat akan dapat diatasi.
Latihan Kepemimpinan atau Daurah Marhalah I (DM I) sebagai salah satu sistem pengkaderan di tubuh KAMMI sendiri membawa peranan yang signifikan dalam hal ini. Karena disamping mengantarkan kadernya kepada pemahaman Al Qur’an dan Al Hadist juga memberikan pemahaman politik kepada kadernya sebagai salah satu ilmu yang harus dikuasai oleh kader KAMMI dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan.
Latihan Kepemimpinan ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan generasi muda/mahasiswa, karena pada kegiatan ini kita dilatih atau ditraining dalam kepemimpinan sehingga diharapkan nantinya alumni Latihan Kepemimpinan ini dapat menjadi kader-kader yang mempunyai pemahaman tentang gerakan organisasi mahasiswa Islam khususnya KAMMI.
Dengan umur yang masih muda, KAMMI Komisariat Batam saat ini sendiri sudah melakukan 8 (delapan) kali latihan kepemimpinan terhitung dari tahun 2007. Kader-kader alumni Latihan Kepemimpinan KAMMI Komisariat Batam pun sudah banyak menuai prestasi di kampus masing-masing. Dari Presiden Mahasiswa (BEM), Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA), ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK), sampai ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bahkan pengurus-pengurusnya pun juga terdiri dari alumni Latihan Kepemimpinan ini. Inilah yang dimaksud KAMMI pada mimpi besarnya, menjadikan tubuh KAMMI sebagai wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan Negara Indonesia yang Islami.
Saat ini, KAMMI Komisariat Batam sedang mempersiapkan diri untuk kembali mengadakan Latihan Kepemimpinan untuk yang ke 9 (Sembilan) kalinya. Kegiatan yang rencananya diadakan di Gedung Pemuda dan Olahraga (KANPORA) Hang Jebat ini akan diisi 8 (delapan) materi dilengkapi dengan forum diskusi dan simulasi, dengan pemateri-pemateri yang muda dan professional.
Untuk itu pada kesempatan kali ini kami bermaksud untuk mengundang rekan-rekan mahasiswa agar dapat bergabung dan ikut serta dalam Latihan Kepemimpinan yang insyaallah akan diadakan pada tanggal 14-16 Oktober mendatang. Sedangkan pra Latihan Kepemimpinan akan diadakan pada tanggal 2 oktober dengan format bakti social di Panti Asuhan An-Nur dapur12. Untuk yang mau berorganisasi dan menambah pengetahuan agama, disinilah satu-satunya yang bisa mendapat dua-duanya. Hanya 2 (dua) hal yang kami tawarkan disini, datang atau menyesal !
KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang energik, untuk dapat bergerak meneruskan mata rantai kepemimpinan ini. KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang kreatif, untuk dapat berfikir melahirkan solusi permasalahan ummat. KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang kritis, untuk dapat berargumentasi melontarkan pendapat. KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang islami, untuk dapat menebar benih-benih keindahan islam disetiap ia berjalan. KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang hebat, untuk dapat terus meneriakkan kebenaran. KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang istiqamah, untuk dapat terus disini, dijalan dakwah ini, sampai pada waktunya ketika kaki tak lagi sanggup melanggah, tangan tak lagi sanggup mencengkram, mulut tak lagi sanggup memekik dan darah tak lagi mengalir. Karena sesungguhnya, hanya JannahNyalah yang kami nanti dan Ia adalah sebaik-baik tujuan. KAMMI, menanti pemuda-pemuda yang akan menjadi generasi ke-9 dari rantai panjang yang terus kami jalin. KAMMI, menanti pemuda-pemuda luar biasa untuk sama-sama merasakan sensasi luar biasa yang ditawarkan jalan indah ini.
Dan siapakan yang akan menjadi generasi ke-9 KAMMI Komisariat Batam? Siapakah yang akan menuntaskan perubahan? Siapakah yang ingin menorehkan namanya dengan tinta emas pada perjalan sejarah hari ini? Andakah orangnya? Mari, menjadi generasi ke-9 KAMMI Komisariat Batam. Coba dan buktikan sendiri !
Salam ta’zim untuk para hizbullah Batam. Allahuakbar !! ~MaTa

Genggamlah dunia ditanganmu
Berbekal keimanan hanya Allah tujuan
Bersama KAMMI membangun negri
Ulurkanlah tanganmu ini
Satukan hati visi dan misi
Maju bersama KAMMI


Catatan : pendaftaran relawan pra Latihan Kepemimpinan (Baksos) dan pendaftaran peserta Latihan Kepemimpinan bisa pada Penanggung jawab Kampus masing-masing. Universitas Batam; Bela (+6256 6821 2442), Wita (+6256  6834 3061). Politeknik Negri Batam; Nadra (+62856 6811 9800), bagas (+62857 6524 1416). Universitas Riau Kepulauan; Mely (+6215 3405 1991 ), Aprin(+6212 7031 1209).

Selasa, 13 September 2011

Mimpi merdeka Bangsa Indonesia..

[lampirkan naskah pidato yg direkam untuk Upacara Bendera 17 Agustus Digital, oleh Bambang Pamungkas]
Salam hormat dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada rekan-rekan semua yg selama ini sudah mendukung kami tim nasional Indonesia. Kepada rekan-rekan semua yg telah memerah putihkan gelora bung karno. Kepada rekan-rekan semua yg menyanyikan Indonesia raya dan garuda di dadaku. Kepada rekan-rekan semua yg telah berteriak menyemangati. Juga kepada rekan-rekan semua yg berbisik lirih dalam doa untuk kemenangan..
Seperti yg kita sekalian ketahui bersama, bahwa saat ini bangsa kita memang tengah sedikit terpuruk. Akan tetapi sebenarnya ini merupakan tanggung jawab dan kewajiban kita para generasi muda untuk mengembalikan kebesaran bangsa ini. Tentu melalui keahlian serta profesi kita di bidang masing-masing. Karena dengan bekerja keras dan memberikan hasil terbaik dalam setiap apapun profesi kita, maka tanpa kita sadari kita telah turut serta dalam membangun bangsa ini, walau dalam skala yg sangat kecil. Apapun baik buruknya bangsa ini tetaplah negara kita. Kita adalah bangsa yg besar dan berbanggalah kita telah menjadi bagian dari bangsa ini..
Seperti yg teman-teman seperjuangan ketahui, saya adalah pribadi yg tidak pernah berhenti bermimpi. Sejauh ini saya telah mampu mewujudkan beberapa diantara mimpi-mimpi tersebut. Akan tetapi harus juga saya akui, jika masih banyak diantara mimpi-mimpi tersebut yg belum dapat saya wujudkan. Salah satu diantaranya adalah mimpi untuk memberikan gelar kepada tim nasional Indonesia. Mimpi tersebut masih ada hingga saat ini. Sehingga jika saya masih diberi kepercayaan serta kehormatan untuk mengenakan seragam merah putih berlambang burung garuda. Maka sudah barang tentu saya akan terus berusaha keras sekuat tenaga untuk mewujudkannya .. 
Batu karang memanglah sangat keras, akan tetapi dapat terlubangi juga oleh tetesan air dalam jangka waktu yg lama dan terus menerus. Cobaan dalam hidup memang sangatlah berat, akan tetapi yakinlah jika akan dapat kita lewati dengan kerja keras, ketekunan, semangat pantang menyerah, keyakinan serta di dukung dengan doa..
Teman-teman sebangsa dan setanah air. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah tahu apa yg akan terjadi di masa yg akan datang. Karena sejatinya hal terpenting dalam sebuah kehidupan adalah, bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin dalam setiap kesempatan, menjalani dengan sepenuh hati, dan menerima apapun yg terjadi dengan ihklas serta lapang dada..
Kita boleh saja tidak memiliki kompas ataupun peta. Akan tetapi, saya yakin jika kita semua diberi anugerah oleh sang pencipta sebuah hati yg dapat digunakan untuk menentukan mana kira-kira arah yg tepat dan pantas untuk kita tuju. Oleh karena itu, jangan pernah takut dan berhenti bermimpi, karena hal tersebut tidak akan pernah membuat kita tersesat..
Sekali lagi, jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat mimpi kita semua akan menjadi kenyataan. Mimpi untuk hidup merdeka dengan garuda didada kita..
Saya, Bambang Pamungkas..
"Dirgahayu Indonesiaku, kami semua bangga menjadi bagian dari bangsa besar bernama Indonesia..."

saya hanya mau mengambil beberapa kalimat dari pidato BePe20 diatas
kata-kata itu yang saya "stabilo-in" ^,^ 

Senin, 12 September 2011

Catatan 'Itikaf 1432H

Syawwal tlah tiba dan Ramadhan pun tlah berlalu, tapi ronanya masih mewarnai ingatan. dari bulan Sya'ban aku sudah membayangkan malam-malam 'itikaf di masjid favoritku, bukan berharap ramadhan cepat berlalu tapi berharap setiap malam adalah 'itikaf. ketika masjid disibukkan dengan aktifitas shalat, mengaji, shalat lagi dan mengaji lagi, subhanallah, suatu nikmat yang luar biasa bisa ikut merasakan indahnya malam bersama mereka-mereka yang luar biasa.

Ramadhanku kali ini adalah ramadhan ke-4ku setelah pertemuan pertama dengan sesuatu yang indah, Tarbiyah. masih anak baru ternyata :) dan dari tahun ketahun 'itikaf jadi agenda favoritku. tapi dari tahun ketahun juga aku hanya bisa 'itikaf 3malam saja, maklum anak dara yang masih membutuhkan izin ortu. sebenarnya, emak dan bapakku bukanlah orang yang sulit memberi izin. aku cukup gampang mengantongi izin untuk keluar rumah. kadang hanya butuh kalimat "mak nanti sita tidur dimasjid" untuk pergi mabit atau kalimat "besok kepinang ya 2hari" atau "besok ada dauroh 3hari" ketika ada dauroh atau "mak pergi ngaji ya" ketika mau ngaji atau kalimat-kalimat pemberitahuan lainnya, yups, hanya kalimat pemberitahuan. dan seandainya ada pertanyaan "mau ngapain ke masjid" kadang hanya butuh jawaban "ada deeh.. (sambil nyengir)". tapi kalo izin 'itikaf agak sedikit ribet, bukan karena orang tua gak paham, mereka paham, terutama bapakku, tapi ini masalah tradisi menyambut lebaran, yups..benar sekali.. masak-masak dan beres-beres rumah. dampaknya dari tahun ketahun aku harus puas dengan mengantongi izin hanya 3malam saja. tentang kisah yang satu ini ada ceritanya nih di FB :
    •  ·  · August 27 at 9:22pm

        • Herman DhieNova tahun depan minta izinnya ama suami aja, biar kemungkinannya bisa berbeda..:p
          August 27 at 9:51pm · 

        • Mashita Ulfah ide bagus.... patut dipertimbangkan :D
          August 27 at 9:53pm · 

        • Nova DhieNova izin dari suami bisa dapat 10 mlm sit
          mw coba????

          August 27 at 10:27pm · 

        • Mashita Ulfah waduh suami istri ini kompak bener memprofokasi..
          kabbuur aahh.. :p

          August 27 at 10:30pm · 

        • Mashita Ulfah kak nope : itu juga krn suaminya panitia 'itikaf :D
          August 27 at 10:31pm · 

        • Nova DhieNova nyindir nie mksudnya?
          August 27 at 10:33pm · 

        • Mashita Ulfah hehe, ya kalo ga panitia, misal mudik gitu, kan jadi ga 10mlm full.. ;)
          August 27 at 10:35pm · 

        • Nova DhieNova i'tikaf di kampung ,,,,,,,,
          August 27 at 10:36pm · 

        • Mashita Ulfah hahah, iya iya betuull...
          August 27 at 10:37pm · 

Huft, "menyakitkan" hahaha..

oke baiklah, kembali ke tema tulisan ini sebenarnya, tentang catakan 'itikafku di Masjid Agung Batam...
hari Ahad kemarin, setelah beberapa pekan libur akhirnya kami mengadakan diskusi pekanan lagi. senang, bahagia, gembira rasa hati. dan tibalah pada agenda evaluasi amalan dan berbagi cerita. 

temanku berkisah ketika 'itikaf beliau ketemu artis yang lagi mudik. waah ada artis 'itikaf, tilawahnya lancar, sampai-sampai temanku itu kalah cepat ketika "berlomba" membaca Al-Qur'an. "padahalkan dia artis" dan semuanya pada tertawa.
ketika tiba giliranku berkisah, kurang lebih aku mempunyai cerita yang sama dengan temanku yang merasa kalah dengan artis, tapi aku lebih tragis :D begini kisahnya...
pada malam ke (aduh lupa malam keberapa) 'itikaf, setelah menyelesaikan urusan kepanitiaan 'itikaf aku mengambil wudhu dan bergegas mencari posisi yang wuenak untuk tilawah. dan pilihanku tertuju pada sisi tengah agak kekiri di wilayah jama'ah akhwat. ketika duduk aku melihat kesebelah kiri, tak jauh dari tempatku duduk ada seorang nenek-nenek yang juga sedang tilawah. ketika sudah satu jam lebih aku tilawah kantuk pun menyerang kepala berat rasanya ingin segera rebahan. dan ketika aku tak sengaja melihat kearah nenek tua tadi, dengan nyaman beliau masih asik membaca Al-Qur'annya. timbul rasa gengsi pada diri ini akhirnya aku tahan kantuk yang menyerang dan melanjutkan tilawah, beberapa menit kemudian setelah melahap 2juz mata ini seakan tak sanggup lagi terbuka, ngantuk teramat sangat, kembali kulirik si nenek tua disebelah kiri, dan...treengg... beliau masih pada posisinya membaca Al-Qur'an. kali ini rasa gengsiku kalah dengan rasa kantuk yang termat sangat. akhirnya aku memilih untuk tidur "sebentar". entah berapa lama aku tertidur, yang jelas cukup puas :) ketika terbangun tanpa sadar yang pertama aku cari adalah si nenek itu lagi. dan... subhanallah masih dalam posisinya, membaca Al-Qur'an. aku memandanginya lama. mengukur-ukur seberapa tuakah dia. cukup tua. cukup punya alasan untuk istirahat lebih lama. bagaimana dengan aku, masih muda. menyedihkan melihat diri ini.
akhirnya, aku kembali mengambil wudhu dan melanjutkan tilawah. nenek tua itu telah memotivasiku.

kalah dengan nenek-nenek lebih tragis dari pada dengan artis. :)

ya, semoga pengalaman ini bisa memotivasiku untuk semakin giat beribadah dengan terus meluruskan niat.

hamasah...^,^